Apa itu BISS


BIS kepanjangan dari (Basic Interoperable Scrambling System) adalah sebuah system untuk mengacak sinyal satelit yang dikembangkan oleh European Broadcasting Union and a consortium of hardware manufacturers. Sinyal satelit bisa dienkripsi dengan berbagai macam jenis enkripsi, diantaranya PowerVu, RAS, Inderto dll, ada juga yang tidak menggunakan enkripsi sehingga bisa ditangkap dengan receiver yang paling murah sekalipun. Sinyal yang tidak dienkripsi ini biasanya digunakan untuk menyiarkan siaran televisi gratis / FTA (Free To Air)

Metode enkripsi ditentukan oleh pemilik transponder atau pemilik satelit, Biss merupakan bentuk upaya untuk menciptakan sebuah sistem enkripsi "platform terbuka" , yang dapat digunakan di berbagai produsen peralatan.

Transmisi/sinyal satelit dilindungi oleh 16 digit heksadesimal "kunci sesi" yang disepakati oleh pihak pemancar dan penerima. Kuncinya dimasukkan ke kedua encoder (pihak stasiun TV satelit) dan decoder (receiver atau pihak penonton siaran TV), kunci ini kemudian membentuk bagian dari enkripsi sinyal TV digital. Jika kunci biss (BISS KEY) yang dimasukkan pada receiver cocok, maka siaran/sinyal TV yang diacak akan di-decoder oleh receiver sehingga bisa dilihat tayangannya.

Ada beberapa receiver/decoder yang beredar di Indonesia yang bisa menginputkan BISS key secara manual hanya dengan mengakses menu tersembunyi di receiver/decoder tersebut, diantaranya adalah matrix soccer, GADMEI Durian monthong dan hampir semua receiver terbaru yang sudah HD (MPEG-4) terdapat menu input biss key nya.

Provider siaran TV di Indonesia yang masih menggunakan system enkripsi BISS yaitu MNCTV, GlobalTV, TRANS dan TVRI. Jadi jika anda sering menemui siaran "diacak" pada stasiun TV tersebut maka anda bisa menginputkan BISS key nya (jika receiver/decoder anda support input biss key). BISS key bisa didapat dari halaman facebook "BISS KEY" disana banyak yang share BISS KEY untuk siaran TV yang diacak.